"Menulis Karena Ingin, Bukan Sebuah Pilihan Ataupun Sebuah Hobi"


"Menulis Karena Ingin, Bukan Sebuah Pilihan Ataupun Sebuah Hobi"


Selamat sore Guys! Oke sedikit ulasan saja di sore ini sabtu tepatnya selasa 27 dec 2016, saya masih sedikit sibuk dengan rutinitas pekerjaan saya di kantor yang masih harus di selesaikan hingga akhir pekan esok.

Hmm sebetulnya sedikit bosan sih tiap weekend harus bangun pagi-pagi dan back to work, tapi keep it's simple for the daily. Hehe

Terkadang ada saja sesuatu hal yang mengganjal di hati ataupun di pikiran saya. Entah itu hal mengenai pekerjaan maupun mengenai perasaan.

Ingin rasanya selalu dapat bercerita dan berkeluh kesah di antara tumpukan buku-buku yang berada di pojokan meja sambil tertawa, bersedih, bahkan bersenda gurau agar dapat meluapkan asa.

Tapi mungkin hanya dengan imajinasi menulis ini saya dapat mengungkapkan rasa. Walaupun saya tau bahwa tulisan yang baik adalah ketika sang pembaca dapat memahami apa yang kita tulis dalam karya kita. Tulisan itu bisa di bilang sebagai salah satu media penyampaian informasi atau cerita sebagai media komunikasi secara tidak langsung dengan si penulis.

Saya sendiri pun belum begitu faham tentang sebuah arti tulisan, apa yang  di tulis dengan berbagai rangkaian kata, atau seolah sebagai seorang pujangga.

Dan pernah baca artikelnya teh 'Dee Leatari' yang bunyinya "citra seorang penulis itu akrab dengam yang namanya depresi dan kesendirian. Konon, penulis membutuhkan kesengsaraan untuk ia transformasi menjadi sebuah mahakarya. 

Penulis adalah semacam Midas atau Objek yang menyentuh problem, kesakitan, bahkan kegilaan menjadi royalti utama.

Ah entahlah, saya menulis karena saya ingin, karena saya butuh media ataupun wadah untuk sekedar saya meluapkan kata-kata menjadi sebuah kalimat, bukan tentang sebuah pilihan atau hobi.

Tapi memang betul dengan apa yang dikatakan oleh teh Dee, jika si penulis sedang dalam keadaan galau, patah hati ataupun sedih, banyak kata dan kalimat yang puitis bahkan yang sebelumnya tidak pernah terfikirkan loh. Hehe (thats right with her my pav writer)!

I didn' become a writer to be miserable. I didn't become a writer because of my mistery. I became a writer because of my love for the art of storytelling.

In my dreams! ❤

Saat itulah saya mulai selalu menuangkan bisikan hati, pikiran dan perkataan dalam sebuah kertas agar menjadi sebuah cerita di masa depan kelak. Ada pepatah mengatakan 'make your journey in your life, or you will be lost to history' nah setidaknya ada hal yang nanti bisa di ceritakan kepada anak, cucu dimasa depan.

Shortstory, Daily
27.12.16

Komentar

Sering Banyak Dikunjungi

Gaya Pacaran Anak Jaman Sekarang Nih, Wadewwwwwhhhh

Ketika Programer Jatuh Cinta

Well...!!! 'Bukanlah Hanya Waktu Yang Dapat Menyembuhkan Luka'

Nikah Muda Itu Lebih Romantis, Hayuk Atuh Bagi Yang Masih Berfikir Nikah Muda Itu Gayanya Orang Jadul-:D

Studio Ghibli Jepang Vs Studio Anime America

YAKIN PADA DIRI SENDIRI “THE POWER OF SUGGEST”