Indahnya Panorama Ramadhan Di Lombok Barat

Menikmati Seni Tenun Sambil Menunggu Magrib Tiba, Tradisi Suku Sasak Lombok, Tenun Songket
Kebudayaan Masyarakat Lombok 

(Ina, Pengrajin Tenun Songket Desa Sade Rambitan)

Kali ini Alhamdulillah dapat menikmati nuansa Ramadhan di Lombok, Desa Sade tepatnya. Yang dimana masyarakat setempat mayoritas menganut agama Islam, yaitu dengan sistem 'wetu telu' yang artinya dalam masyarakat Lombok yang awam itu sebagai akulturasi dari ajaran Islam dan sisa kepercayaan lama yakni animisme, dinamisme, dan kerpercayaan Hindu.

Penganut kepercayaan 'wetu telu' tidak menjalankan peribadatan seperti agama Islam pada umumnya yang dikenal dengan sebutan 'wetu lima' karena menjalankan kewajiban salat lima waktu. Dan yang wajib menjalankan ibadah-ibadah tersebut hanyalah orang-orang tertentu seperti kiai atau pemangku adat setempat. Nah, sedikit informasi mengenai kepercayaan yang dianut oleh masyarakat suku sasak. Disisi lain saya menggali informasi mengenai aktifitas sehari-hari para wanita yang berada disekitar lokasi, dan saya melihat disetiap sudut halaman rumah terdapat alat tenun beserta hasil kain tenunan yang berwarna-warni indahnya. Dan tidak salah itu adalah kerajinan seni suku sasak yang nantinya dapat dijadikan pakaian adat mereka, saya tidak sabar untuk mencoba mendekati salah satu penenun masyarakat sade yang sedang membuat kain songket.

Ina' baiq (ibu beranak tiga). Adalah salah satu pengrajin kain tenun songket khas suku sasak di Desa Sade, Rambitan Lombok Tengah.
Beliau menenun mulai dari berumur 13 tahun hingga saat ini, salah satu aktifitas beliau sambil menunggu sore hari.
(Belajar Tenun, Desa Sade Rambitan)

Oh iya, di Lombok Tengah terdapat sentra industri kain songket yang lumayan sudah terkenal di
Sukarara Village. Termasuk salah satu sentra penghasil songket terbesar di Lombok, info dari beliau, sentra disana sudah menjadi bagian dari komoditi hingga merambah pasaran luar negeri. Wah, keren ya.

Dan tenun songket itu sendiri merupakan kain tenun yang dibuat dengan teknik menambah benang pakan yaitu berupa hiasan-hiasan dari benang sintetis berwarna emas, perak, dan warna lainnya.
(Belajar Tenun, Desa Sade Rambitan)

Hiasan itu disisipkan di antara benang lusi, terkadang hiasan dapat berupa manik-manik, kerang, maupun uang logam. Untuk kain songket sensiri dipakai sebagai bagian dari pakaian tradisional suku sasak yang bernama baju lambung atau dikenal dengan baju wanita.
(Hasil Songket, Desa Sade)

Untuk penyelesaian tenun menjadi kain dapat memakan waktu yang berbeda-beda ujarnya, bisa jadi satu bulan bahkan lebih, tergantung tingkat kesulitan manik atau model songket yang akan di buat.
(Desa Sade, Suku Sasak Lombok)

Uniknya, menenun kain merupakan aktivitas sehari-hari perempuan suku sasak di lombok, apalagi saat Ramadhan ini dapat dijadikan alasan oleh masyakarat untuk ngabuburit, alias menunggu saat magrib tiba. Aktivitas itu juga menjadi syarat yang wajib dipenuhi untuk dapat menikah menurut tradisi budaya mereka loh.
(Salah Satu Pengrajin Tenun Songket Rumahan)

"Kalau perempuan di sini belum bisa menenun, mereka belum siap menikah karena harus bikin tiga sarung. Satu untuk diri sendiri, untuk suami dan mertua perempuan. Belajarnya sejak umur 10 tahun, mulai dari kain polos dulu" ujarnya.
(Papu Balo, Penjual Sovenir Di Desa Sade)

Ohiya, selain sibuk membuat tenun kain songket masyarakat suku sasak di Desa Sade ini pun mayoritas pembuat sovenir juga, dan itu dapat dijadikan alternatif untuk menarik wisatawan lokal maupun asing sebagai oleh-oleh cendramata yang dapat dibawa. Hehe

Salah satunya Papu Balo' ini. Papu Balo yang artinya sebutan untuk kerabat suami istri garis keturunan atas suku sasak. Yaitu kakek atau nenek hingga keturunan yang paling tua, beliau bisa dibilang Nenek paruh baya dengan seorang cucunya sedang menunggu para wisatawan membeli sovenirnya dipalataran rumah beliau.
-
Short Story, Lombok NTB
Sucie Sbastian
Tulisan ini di ikut sertakan dalam lomba blog #RamadhanDiLombok2017 yang diselenggarakan REPUBLIKA dan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat

Komentar

Sering Banyak Dikunjungi

Gaya Pacaran Anak Jaman Sekarang Nih, Wadewwwwwhhhh

Ketika Programer Jatuh Cinta

Well...!!! 'Bukanlah Hanya Waktu Yang Dapat Menyembuhkan Luka'

Nikah Muda Itu Lebih Romantis, Hayuk Atuh Bagi Yang Masih Berfikir Nikah Muda Itu Gayanya Orang Jadul-:D

Studio Ghibli Jepang Vs Studio Anime America

YAKIN PADA DIRI SENDIRI “THE POWER OF SUGGEST”