Pos

Setidaknya Menikmati Rindu Itu Dari Kejauhan (Masih Tentang Hujan Part III)

Gambar
"Berkawankan Hujan Kita Saling Melepas Rindu, Setidaknya Menikmati Rindu Itu Dari Kejauhan.

Ada yang aku tunggu di balik jendela berembun yang selalu kutulis namamu. Mungkin setelah hujan reda, bisakah kutemui pelangi yang selalu melukis indah wajahmu. Ahh, tampaknya semua tidak lagi seperi biasanya. Hujan kadang berkhianat, ia lebih sering turun sendiri. - Entah mereka sudah tak berkawan lagi, atau aku yang tidak pantas menemui. Seperti halnya kita saat ini, aku lebih banyak sendiri. Bukan tidak ingin bersama, hanya aku tidak ingin terus menerus terbawa mimpi yang tak berkesudahan ini. Kamu tau?dipinggiran malam aku selalu menenun asa agar dapat selalu tetap bersamamu. Kamu yang aku percaya sebagai cinta selamanya itu, tapi takdir lebih dulu mempermainkan kita. - Ingatkah, dulu hujan dan senja adalah kita. Gelapnya malam pernah menjadi saksi kebersamaan. Bahkan layar sebesar 4inci menyimpan banyak kenangan. - Berkawankan hujan kita saling melepas rindu, setidaknya menikmati rind…

Memeluk Semesta Melalui-NYA

Gambar
"Kalau Pun Belum Ada Bahu Untuk Bersandar, Setidaknya Masih Selalu Ada Tempat Untuk Bersujud"

Dalam keterpurukan yang mendalam, dan kesedihan yang menyesakkan dada sementara tak ada bahu untuk bersandar atau sekedar mencurahkan air mata. Kita tak perlu khawatir akan hal itu, selain bahu untuk bersandar, masih ada tempat yang lebih indah untuk berkeluh kesah dan mencurahkan segalanya. Ingat, masih ada tempat untuk selalu bersujud dan meminta yang terbaik dariNya. - Ia adalah sebaik-baik tempat untuk bercerita, mengungkapkan segalanya dan meminta kebahagiaan yang sesungguhnya. Selama kita mau mendekat padaNya, Ia juga akan selalu ada di dekat kita. Pada dasarnya, Ia tak pernah sedetik pun meninggalkan kita. Yang ada, kita yang justru sering kali terlena dengan kefanaan sementara dunia seisinya lantas sering kali meninggalkanNya. - Kalau pun saat ini kamu merasa kamu tak punya tempat untuk menyandarkan kepala, dan merasa lebih tenang, ingat lagi bahwa kamu masih punya banyak te…

"Masih Tentang Hujan Part 2"

Gambar
"Karena Segala Sesuatu Hal Adalah Titipan Dan Pasti Akan Pergi, Entah Itu Diambil Tuhan Atau Diambil Orang Lain"

Hei kamu, iya kamu! Yang selalu duduk di sudut lorong keramaian itu. Masih ingat denganku? Ahh, mungkin kamu tak mengingatnya, tapi yang pasti kamu bukanlah sosok yang mudah terlupakan olehku. Baiklah kalau kamu memang masih belum bisa mengingatku. Tapi tunggu, mungkin kamu bisa mengingatku kalau aku sudah bercerita tentang hujan? - Ahh sudahlah, biarkan kenangan itu larut dalam ingatanku yang semakin menua ini. Dan akan pudar di hapus waktu yang semakin membawa aku jauh lebih baik dari sebelumnya bersama hujan. Pergilah jika kau ingin ... - "PERGI" Kata pergi bukan akhir dari segalanya bukan?Kata pergi tak selalu berarti perjumpaan untuk terakhir kalinya, kata pergi tak selalu berarti hilang untuk selama-lamanya. Kata pergi adalah awal untuk memulai segala hal tanpa hadirnya, kata pergi adalah awal untuk perjumpaan di hari berikutnya. Mengucap kata pergi…

"Hanya Ingin Mengumpat Dan Mengeluh"

Gambar
"Menertawakan Kesedihan Bukan Menangisinya"

"Begitulah kehidupan yang sesungguhnya yang Allah inginkan kamu hadapi, kenapa kamu lagi? Karena Allah tahu kamu mampu". - "Kamu mungkin akan berasumsi bahwa saya terlalu sok kuat. Tidak! Maaf, saya tidak sekuat itu. Terkadang hanya ingin terbiar jatuh, terkadang hanya ingin mengumpat dan mengeluh". - "Tapi, saya tidak ingin kalah pada satu kata ‘LELAH’ saya ingin terus berlari, lalu berhenti dan mendapati hati tertawa setengah mati. Sebab menertawakan kesedihan bukan menangisinya". - "Maka dari itu, saya akan terus belajar untuk memahami dan memaknai kebahagiaan dari kaca mata anak kecil, yang selalu riang tanpa harus berbohong pada kondisi. Yang ia lakukan ketika ia ingin tertawa, ya tertawa. Tanpa beban dan lepas bersama angin". - Have a nice today! Keep smile, always happy. Don't forget to say Alhamdulillah. Be strong for us, we are the winner for self 🙆 Allah always with us!
-
"…

"Masih Tentang Hujan"

Gambar
"Hujan Turun Setelah Kemarau Panjang, Bukankah Kesabaran Adalah Kuncinya?"

Masih tentang hujan 🌂💧 - Masih ingat dengan kemarau yang berkepanjangan? Bagaimana kalau kemarau itu datang tanpa diselingi oleh hujan, bumi akan menjadi kering dan tak seindah yang kita tahu. - Beruntung bahwa hujan datang setelah kemarau panjang, kehidupan jadi jauh dari kesulitan dan kesengsaraan. - Belajar dari hujan, kita sebaiknya dapat menjadi penolong atau paling tidak penghibur untuk orang yang benar-benar membutuhkan kita, bukankah hujan turun setelah kemarau panjang?dan kesabaran adalah kuncinya. - Hari ini Tangerang cerah dan teduh, semoga cerah sampai sore nanti 😊 - "Shortstory, Daily" 26.10.16

"Jika Sudah Waktunya, Aku Yakin Kita Akan Dipertemukan Dengan Bahagia"

Gambar
"Jika Sudah Waktunya, Aku Yakin Kita Akan" Dipertemukan Dengan Bahagia

Ini kata-kataku. Anggap saja saya sedang berusaha menyampaikan apa yang bibir tak mampu lisankan. Dan tentu saja tak semua orang perlu mempercayainya apalagi menyepakatinya. Setidaknya memahami setiap guratan yang tertoreh di dalamnya. Yah, barangkali itulah yang membuat kita jadi berdebar pada apa yang sebentar. - Adakalanya ketika hatimu sedang berjuang untuk sembuh, Allah akan selalu mengujinya. Bahkan berkali-kali, ia hujamkan rindu ke ulu hati. Padahal Dia tahu, kamu sedang berusaha memantaskan diri, memantapkan hati kembali pada satu tujuan yang paling hakiki. - Janjinya yang pasti. Namun Allah mengujimu dengan selalu menghadirkan dia yang pernah menjadi harapan. Memutar kembali ingatan-ingatan tentang masa yang pernah membuatmu bahagia. - Bahkan jiwa yang pincang ini semakin merisaukan angka-angka yang mulai bertambah dalam hitungan dunia. Mempertanyakan setiap takdir Tuhan. - Ya, saya mengerti mer…

Menikah Adalah Cara Untuk Menyempurnakan Separuh Agama (berbagi kebaikan)

Gambar
"Kenapa Sih Menikah Disebut Menyempurnakan Separuh Agama?"

Gaees, apa sih yang membuat pernikahan disebut sebagai penyempurna separuh agama?" - Tidak main-main, yang menyebut menikah itu menyempurnakan separuh Agama adalah manusia agung utusan Allah. Yaitu nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, - إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي - “Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah atas separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi) - Banyak yang menebak-nebak makna dari menyempurnakan separuh agama ini. Ada yang bilang maksudnya adalah segala ibadah yang kita lakukan akan sempurna jika kita telah menikah. Benarkah demikian? - Yuk, kita simak perkataan para ulama tentang hal ini! Al Ghozali rahimahullah (sebagaimana dinukil dalam kitab Mirqotul M…